<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sang Iswara</title>
	<atom:link href="http://sangiswara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sangiswara.wordpress.com</link>
	<description>Memandu Guru Menuju Bermutu</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 10:17:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sangiswara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sang Iswara</title>
		<link>http://sangiswara.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sangiswara.wordpress.com/osd.xml" title="Sang Iswara" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sangiswara.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ICT BERMUTU</title>
		<link>http://sangiswara.wordpress.com/2009/11/15/ict-bermutu/</link>
		<comments>http://sangiswara.wordpress.com/2009/11/15/ict-bermutu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slametlpmpjateng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangiswara.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, saya melatih Kepala Sekolah membuat Blog melalui WordPress dibantu oleh Pak Sawali di Patrajasa.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangiswara.wordpress.com&amp;blog=4403883&amp;post=16&amp;subd=sangiswara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, saya melatih Kepala Sekolah membuat Blog melalui WordPress dibantu oleh Pak Sawali di Patrajasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangiswara.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangiswara.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangiswara.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangiswara.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangiswara.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangiswara.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangiswara.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangiswara.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangiswara.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangiswara.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangiswara.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangiswara.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangiswara.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangiswara.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangiswara.wordpress.com&amp;blog=4403883&amp;post=16&amp;subd=sangiswara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangiswara.wordpress.com/2009/11/15/ict-bermutu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14e676a4d0ff5566e4d136c8c14240d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">slametlpmpjateng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERTAPA MUDA DAN KEPITING</title>
		<link>http://sangiswara.wordpress.com/2009/06/11/pertapa-muda-dan-kepiting/</link>
		<comments>http://sangiswara.wordpress.com/2009/06/11/pertapa-muda-dan-kepiting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 04:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slametlpmpjateng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bijak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangiswara.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Dari laptop saya, tersimpan beberapa cerita bijak yang saya unduh dari sebuah situs. Cerita ini biasanya saya gunakan untuk ice breaking dalam pelatihan yang saya lakukan. Dengan semangat berbagi kuunggahkan di blog ini. Semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para pembaca. PERTAPA MUDA DAN KEPITING Action &#38; Wisdom Motivation Training Suatu ketika di sore hari yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangiswara.wordpress.com&amp;blog=4403883&amp;post=7&amp;subd=sangiswara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari laptop saya, tersimpan beberapa cerita bijak yang saya unduh dari sebuah situs. Cerita ini biasanya saya gunakan untuk ice breaking dalam pelatihan yang saya lakukan. Dengan semangat berbagi kuunggahkan di blog ini. Semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para pembaca.</p>
<p>PERTAPA MUDA DAN KEPITING<br />
Action &amp; Wisdom Motivation Training</p>
<p>Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, tampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.<br />
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.<br />
Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.<br />
Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.<br />
Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.</p>
<p><span id="more-7"></span>Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, &#8220;Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?&#8221;<br />
&#8220;Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,&#8221; jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.<br />
Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. &#8220;Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?&#8221;<br />
Seketika itu, si pemuda tersadar. &#8220;Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman ajarkan.&#8221;<br />
Pembaca yang budiman,<br />
Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.<br />
Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.<br />
Salam sukses luar biasa!!!<br />
Andrie Wongso<br />
www.andriewongso.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangiswara.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangiswara.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangiswara.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangiswara.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangiswara.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangiswara.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangiswara.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangiswara.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangiswara.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangiswara.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangiswara.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangiswara.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangiswara.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangiswara.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangiswara.wordpress.com&amp;blog=4403883&amp;post=7&amp;subd=sangiswara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangiswara.wordpress.com/2009/06/11/pertapa-muda-dan-kepiting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14e676a4d0ff5566e4d136c8c14240d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">slametlpmpjateng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN LESSON STUDY</title>
		<link>http://sangiswara.wordpress.com/2008/08/03/hello-world/</link>
		<comments>http://sangiswara.wordpress.com/2008/08/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 14:30:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpmp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Lesson Study oleh: Slamet Trihartanto, Widyaiswara LPMP Jateng A. Pengertian Lesson Study Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson study bukan suatu metode pembelajaaraan atau suatu strategi pembelajaran tetapi dalam lesson study dapat memilih dan menerapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangiswara.wordpress.com&amp;blog=4403883&amp;post=1&amp;subd=sangiswara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://slametwidyaiswara.blogspot.com/2009/06/lesson-study.html">Lesson  Study</a></h3>
<div>oleh:<br />
Slamet Trihartanto,<br />
Widyaiswara LPMP Jateng</p>
<p>A.  Pengertian Lesson Study<br />
Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi  pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan  berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun  learning community. Lesson study bukan suatu metode pembelajaaraan atau suatu  strategi pembelajaran tetapi dalam lesson study dapat memilih dan menerapkan  berbagai metode/strategi pembelajaran atau materi pembelajaran yang sesuai  dengan situasi, kondisi, atau permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru.  Lesson study merupakan suatu kegiatan pembelajaran dari sejumlah guru dan pakar  pembelajaran yang mencakup 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu: perencanaan (plan),  implementasi pembelajaran (do) dan observasi serta refleksi pembelajaran (see)  terhadaap perencanaan dan implementasi pembelajaran tersebut dalam rangka  meningkatkan kualitas pembelajaran.</p>
<p>1. Tahap Perencanaan<br />
Pada tahap  ini dilakukan identifikasi masalah yang ada di kelas yang akan digunakan untuk  kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya. Identifikasi  masalah dalam rangka kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahan  masalah tersebut berkaitan dengan pokok bahasan (materi pelajaran) yang relevan  dengan kelas dan jadwal pelajaran, karakteristik siswa dan suasana kelas,  metode/pendekatan pembelajaran, media, alat peraga, dan evaluasi proses dan  hasil belajar.<br />
Dari hasil identifikasi tersebut didiskusikan (dalam kelompok  lesson study) tentang pemilihan materi pembelajaran, pemilihan metode dan media  yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta jenis evaluasi yang akan  digunakan. Pada saat diskusi, akan muncul pendapat dan sumbang saran dari para  guru dan pakar dalam kelompok tersebut untuk menetapkan pilihan yang akan  diterapkan. Pada tahap ini, pakar dapat mengemukakan hal-hal penting/baru yang  perlu diketahui dan diterapkan oleh para guru, seperti pendekatan pembelajaran  konstruktif, pendekatan pembelajaran yang memandirikan belajar siswa,  pembelajaran kontekstual (CTL), pengembangan life skill, Realistic Mathematics  Education, PAKEM, pemutakhiran materi ajar, atau lainnya yang dapat digunakan  sebagai pertimbangan dalam pemilihan tersebut.<br />
Hal yang penting pula untuk  didiskusikan adalah penyusunan lembar observasi, terutama penentuan aspek-aspek  yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran dan indikator-indikatornya,  yang dilihat dari segi tingkah laku belajar siswa. Aspek-aspek proses  pembelajaran dan indikator-indikator itu disusun berdasarkan perangkat  pembelajaran yang dibuat serta kompetensi dasar yang ditetapkan untuk dimiliki  siswa setelah mengikuti pembelajaran.</p></div>
<div><span id="more-1"></span></div>
<div>Dari hasil identifikasi masalah dan  diskusi perencanaan pemecahannya, selanjutnya disusun perangkat pembelajaran  yang terdiri atas:<br />
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)<br />
2. Lembar  Kegiatan Siswa (LKS)<br />
3. Media atau alat peraga pembelajaran<br />
4. Instrumen  penilaian proses dan hasil pembelajaran<br />
5. Lembar observasi  pembelajaran<br />
Perangkat pembelajaran ini dapat disusun oleh seorang guru atau  beberapa orang guru atas dasar kesepakatan tentang aspek-aspek pembelajaran yang  direncanakan sebagai hasil dari diskusi. Perangkat pembelajaran yang telah  disusun perlu dikonsultasikan/diseminarkan dengan para guru dan pakar dalam  kelompoknya untuk disempurnakan.<br />
Perencanaan itu dapat juga diatur  sebaliknya, yaitu seorang atau beberapa orang guru yang ditunjuk dalam kelompok  untuk mengidentifikasi permasalahan dan membuat perencanaan pemecahannya yang  berupa perangkat-perangkat pembelajaran untuk suatu pokok bahasan dalam suatu  mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam kelompok. Selanjutnya, hasil  identifikasi masalah dan perangkat pembelajaran tersebut didiskusikan untuk  disempurnakan.</p>
<p>2. Tahap Implementasi dan Observasi<br />
Pada tahap ini  seorang guru yang telah ditunjuk oleh kelompoknya mengimplementasikan rencana  pelaksanaan pembelajaran (RPP) di kelas. Pakar dan guru lain melakukan observasi  dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan dan perangkat lain  yang diperlukan. Para observer ini mencatat hal-hal positif dan negatif dalam  proses pembelajaran, khususnya tentang tingkah laku/belajar siswa. Selain itu  dilakukan rekaman video (audio visual) yang mengclose-up kejadian-kejadian  khusus kepada siswa atau kelompok siswa selama pelaksaan pembelajaran<br />
Pada  saat observasi, observer disarankan untuk melakukan beberapa hal  berikut:</p>
<p>a. Mencatat komentar atau diskusi yang dilakukan siswa dan  menuliskan nama atau posisi tempat duduk siswa.<br />
b. Membuat catatan tentang  situasi ketika siswa melakukan kerjasama atau memilih untuk tidak melakukan  kerjasama.<br />
c. Mencari contoh-contoh terjadinya proses konstruksi pemahaman  melalui diskusi dan aktivitas belajar yang dilakukan siswa.<br />
d. Mencatat  variasi metode penyelesaian masalah dari siswa secara individual atau kelompok,  termasuk strategi penyelesaian yang salah.</p>
<p>Selain mencatat beberapa hal  penting mengenai aktivitas belajar siswa, seorang observer selama melakukan  pengamatan perlu mempertimbangkan atau berpedoman pada sejumlah pertanyaan  berikut:<br />
a. Apakah tujuan pembelajaran sudah jelas? Apakah aktivitas yang  dikembangkan berkontribusi secara efektif pada pencapaian tujuan tersebut?<br />
b.  Apakah langkah-langkah pembelajaran yang dikembangkan berkaitan satu dengan  lainnya? Apakah hal tersebut mendukung pemahaman siswa terhadap konsep yang  dipelajari?<br />
c. Apakah hand-out atau teaching material yang digunakan  mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan?<br />
d. Apakah diskusi  kelas yang dilakukan membantu pemahaman siswa terhadap konsep yang  dipelajari?<br />
e. Apakah materi ajar yang dikembangkan guru sesuai dengan  tingkat kemampuan siswa?<br />
f. Apakah siswa menggunakan pengetahuan awalnya atau  pengetahuan sebelumnya untuk memahami konsep baru yang dipelajari?<br />
g. Apakah  pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat mendorong dan memfasilitasi cara  berpikir siswa?<br />
h. Apakah gagasan siswa dihargai dan dikaitkan dengan materi  yang sedang dipelajari?<br />
i. Apakah kesimpulan akhir yang diajukan didasarkan  pada pendapat siswa?<br />
j. Apakah kesimpulan yang diajukan sesuai dengan tujuan  pembelajaran?<br />
k. Bagaimana guru memberi penguatan kepada siswa selama  pembelajaran berlangsung?</p>
<p>3. Tahap Refleksi<br />
Pada tahap ini, guru  yang mengimplementasikan rencana pelaksaan pembelajaran diberi kesempatan untuk  menyatakan kesan-kesannya selama melaksanakan pembelajaran, baik terhadap  dirinya maupun terhadap siswa. Selanjutnya observer (guru lain dan pakar)  menyampaikan hasil analisis dan observasinya, terutama yang menyangkut kegiatan  siswa selama kegiatan pembelajaran yang disertai dengan pemutaran video hasil  rekaman pembelajaran. Terakhir, guru yang melakukan implementasi tersebut  memberikan tanggapan baik atas komentar para observer.<br />
Hal yang penting pula  dalam kegiatan refleksi ini adalah mempertimbangkan kembali rencana pelaksanaan  pembelajaran yang telah disusun sebagai dasar untuk perbaikan rencana  pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Apakah rencana pelaksanaan pembelajaran  tersebut telah sesuai dan dapat meningkatkan performance keaktifan belajar  siswa? Jika belum ada kesesuaian, hal-hal apa saja yang belum sesuai, metode  pembelajarannya, materi dalam LKS, media atau alat peraga, atau lainnya?  Pertimbangan-pertimbangan ini selanjutnya digunakan untuk perbaikan rencana  pelaksanaan pembelajaran untuk kelas lain oleh guru dalam kelompok tersebut atau  untuk perencanaan pelaksanaan pembelajaran pada siklus berikutnya.</p>
<p>B.  Manfaat Lesson Study<br />
Seperti dikemukakan di atas, lesson study merupakan  suatu model peningkatan kualitas keprofesionalan guru melalui pengkajian  pembelajaran secara kolaboratif. Hal ini berarti lesson study merupakan suatu  kegiatan kelompok guru yang berkeinginan untuk meningkatkan kualitas  pembelajaran yang diselenggarakannya. Jadi, lesson study merupakan kegiatan dari  guru dan untuk guru, agar tugas kewajiban pembelajarannya meningkat kualitasnya.  Prinsip dari kegiatan ini adalah bahwa yang mengetahui permasalahan yang  dihadapi dalam pembelajaran dan pemecahannya hanyalah guru, dan bukan  orang/pihak lain.<br />
Lesson study dipilih dan diimplementasikan,  sekurang-kurangnya ada dua alasan, yaitu:<br />
Pertama, lesson study merupakan  suatu cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan  guru dan aktivitas belajar siswa. Hal ini karena (1) pengembangan lesson study  dilakukan dan didasarkan pada hasil “sharing” pengetahuan profesional yang  berlandaskan pada praktik dan hasil pembelajaran yang dilakasanakan para guru,  (2) penekanan yang mendasar dari lesson study adalah agar para siswa memiliki  kualitas belajar yang tinggi, (3) tujuan pembelajaran dijadikan fokus dan titik  perhatian utama dalam pembelajaran di kelas, (4) berdasarkan pengalaman riil di  kelas, lesson study mampu menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran, dan  (5) lesson study menempatkan para guru sebagai peneliti pembelajaran.<br />
Kedua,  lesson study yang didesain dengan baik akan menghasilkan guru yang profesional  dan inovatif. Dengan melaksanakan lesson study para guru dapat (1) menentukan  tujuan pembelajaran yang cocok dengan kebutuhan siswa beserta satuan (unit)  pelajaran dan materi pelajaran yang diperlukan; (2) mengkaji dan meningkatkan  pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa; (3) memperdalam pengetahuan tentang  materi pelajaran yang disajikan para guru; (4) menentukan tujuan jangka panjang  yang akan dicapai para siswa; (5) merencanakan pelajaran secara kolaboratif; (6)  mengkaji secara teliti proses pembelajaran dan perilaku siswa; (7) mengembangkan  pengetahuan pembelajaran yang andal, dan (8) melakukan refleksi terhadap  pembelajaran yang dilaksanakannya berdasarkan perkembangan siswa dan kolega  guru.<br />
Lesson study memiliki beberapa manfaat, antara lain:<br />
1. Mengurangi  keterasingan guru (dari komunitasnya) dalam perencanaan, pelaksanaan  pembelajaran dan perbaikannya.<br />
2. Membantu guru untuk mengobservasi dan  mengkritisi pembelajarannya.<br />
3. Memperdalam pemahaman guru tentang materi  pelajaran, cakupan dan urutannya.<br />
4. Membantu guru dalam peningkatan yang  memfokuskan pada seluruh aktivitas belajar siswa.<br />
5. Meningkatkan kolaborasi  antar sesama guru dalam pembelajaran.<br />
6. Meningkatkan mutu guru dan mutu  pembelajaran yang pada gilirannya berakibat pada peningkatan mutu lulusan  (siswa).<br />
7. Memberi kesempatan kepada guru untuk membuat bermakna ide-ide  pendidikan dalam praktik pembelajarannya sehingga dapat mengubah perspektif  tentang pembelajaran, dan belajar praktik pembelajaran dari perspektif  siswa.<br />
8. Mempermudah guru berkonsultasi kepada pakar dalam hal pembelajaran  atau kesulitan materi pembelajaran.<br />
9. Memperbaiki praktek pembelajaran di  kelas.<br />
10. Meningkatkan keterampilan menulis karya tulis ilmiah atau buku  ajar.</p>
<p>Alasan yuridis pelaksaan lesson study adalah sebagai berikut:<br />
1.  Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, yaitu: Pasal 20: Dalam  melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:<br />
a. Merencanakan  pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan  mengevaluasi hasil pembelajaran;<br />
b. Meningkatkan dan mengembangkan  kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan  perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.</p>
<p>Pasal 32:<br />
1)  Pembinaan dan pengembangan guru meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan  karier.<br />
2) Pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi kompetensi  pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi  profesional.</p>
<p>Pasal 34:<br />
1) Pemerintah dan pemerintah daerah  wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi guru pada  satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah  dan/atau masyarakat.</p>
<p>2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang  Standar Nasional Pendidikan, yaitu:<br />
Pasal 19:<br />
1) Proses pembelajaran pada  satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang,  memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang  cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai bakat, minat dan  perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.<br />
3) Setiap satuan  pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses  pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran  untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.</p>
<p>C.  Pelaksanaan Lesson Study<br />
Ada enam tahapan dalam mengimplementasikan lesson  study di sekolah.<br />
Tahap 1: Membentuk kelompok lesson study, yaitu:<br />
(1)  merekrut anggota kelompok<br />
(2) menyusun komitmen bersama, menyusun jadwal  pertemuan, dan menyepakati aturan kelompok.<br />
Tahap 2: Memfokuskan lesson  study, yaitu: penentuan tema lesson study, dalam hal ini perlu  diperhatikan:<br />
(1) Bagaimana kualitas aktual para siswa saat sekarang?<br />
(2)  Apa kualitas ideal para siswa yang diinginkan di masa mendatang?<br />
(3) Adakah  kesenjangan antara kualitas ideal dan kualitas aktual para siswa yang menjadi  sasaran lesson study? Kesenjangan inilah yang dapat diangkat menjadi tema lesson  study.<br />
Tahap 3: Merencanakan pembelajaran.<br />
Pertanyaan-pertanyaan berikut  dapat membantu/memandu dalam penyusunan rencana pembelajaran.<br />
a. Apa yang  saat ini dipahami oleh siswa tentang topik itu?<br />
b. Kompetensi apa yang  diharapkan dimiliki siswa pada akhir pembelajaran?<br />
c. Rentetan pertanyaan dan  pengalaman apa yang akan mendorong siswa berpindah dari pemahaman awal menuju  pemahaman yang diinginkan?<br />
d. Bagaimana siswa akan menjawab  pertanyaan-pertanyaan tersebut? Apa masalah dan miskonsepsi yang akan muncul?  Bagaimana guru akan menggunakan ide dan miskonsepsi untuk meningkatkan  pembelajaran tersebut?<br />
e. Apa yang akan membuat pelajaran ini mampu  memotivasi dan bermakna bagi siswa?<br />
f. Catatan/data apa yang perlu dibuat  oleh observer tentang bagaimana siswa belajar, motivasi belajarnya, dan perilaku  siswa selama pembelajaran berlangsung?<br />
Tahap 4: Melaksanakan pembelajaran di  kelas dan mengamatinya (observasi).<br />
a. Guru yang ditunjuk mengimplementasikan  rencana pelaksanaan pembelajaran yang disepakati<br />
b. Guru lain dan pakar  sebagai observer. Observer mengambil tempat sedemikian hingga dapat leluasa  mengamati jalannya proses pembelajaran tanpa mengganggu aktivitas dan  konsentrasi siswa. Observer tidak diperkenankan melakukan intervensi pada  pembelajaran, seperti menegur guru, membantu atau bertanya kepada siswa. Fokus  observasi pada aktivitas belajar siswa, baik secara individu maupun  kelompok.<br />
c. Dokumentasi proses pembelajaran.<br />
Tahap 5: Mendiskusikan dan  menganalisis pembelajaran yang telah dilaksanakan.<br />
Pada tahap ini, seorang  guru senior (fasilitator), atau Kepala Sekolah sebagai moderator yang memimpin  jalannya diskusi. Acara diskusi sebagai berikut:<br />
a. Refleksi dari guru  pelaksana pembelajaran.<br />
b. Masukan dari observer/pengamat yang didasarkan  atas hasil pengamatan, bukan berdasarkan pada teori.<br />
c. Tanggapan balik dari  guru pelaksana atas komentar/masukan dari observer.<br />
d. Tanggapan dan saran  dari ahli/pakar.<br />
Tahap 6: Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap  selanjutnya.<br />
Pertanyaan-pertanyaan berikut membantu kita dalam melakukan  refleksi terhadap pelaksanaan lesson study maupun memikirkan langkah yang akan  dilakukan berikutnya.<br />
a. Apa yang berguna atau nilai tambah apa tentang  pelaksanaan lesson study yang telah dikerjakan bersama?<br />
b. Apakah lesson  study merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran  sehari-hari?<br />
c. Apakah lesson study membantu mengembangkan pengetahuan kita  tentang materi pelajaran serta pengetahuan tentang pembelajaran yang sesuai  dengan perkembangan siswa?<br />
d. Apakah pelaksanaan lesson study menarik bagi  kita dalam meningkatkan keprofesionalan guru?<br />
e. Apakah pelaksanaan lesson  study yang dilakukan secara kolaboratif/bersama-sama merupakan suatu kerja yang  produktif?<br />
f. Sudahkah kita membuat kemajuan pembelajaran melalui pelaksanaan  lesson study?<br />
g. Apakah semua anggota kelompok merasa terlibat dan  berguna?<br />
h. Apakah pihak yang bukan peserta kelompok memperoleh informasi  atau manfaat dari hasil pelaksanaan kegiatan lesson study  kita?</p>
<p>Daftar Pustaka<br />
Hendayana, Sumar,dkk. 2006. Lesson Study  (Suatu Strategi Untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik. Bandung:  Universitas Pendidikan Indonesia.<br />
Tim Lesson Study.2007. Rambu-rambu  Pelaksanaan Lesson Study.Yogyakarta: Fakultas MIPA, Universitas Negeri  Yogyakarta</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sangiswara.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sangiswara.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangiswara.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangiswara.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangiswara.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangiswara.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangiswara.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangiswara.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangiswara.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangiswara.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangiswara.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangiswara.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangiswara.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangiswara.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangiswara.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangiswara.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangiswara.wordpress.com&amp;blog=4403883&amp;post=1&amp;subd=sangiswara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangiswara.wordpress.com/2008/08/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/344268dbb6f8e1d6e954ffeb5a93b292?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lpmp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
